evanescence

Kamis, 29 November 2012

Algoritma



Pemodelan Algoritma
Pemodelan Algoritma merupakan aktivitas dalam mengilustrasikan jalannya suatu alur Algoritma dalam program dengan menggunakan simbol dan aturan-aturan tertentu. Ada tiga tipe pemodelan, yaitu:
  1. Flowcharts
  2. Nassi Scheniderman (Ns Diagram), dan
  3. Pseudecode
Dari ketiga model diatas, model terakhir yaitu pseudecode lah yang amat banyak digunakan dan populer dikalangan para pemrogramam, khususnya di Indonesia. Hal itu dapat terlihat di hampir semua perguruan tinggi atau sekolah menggunakan pemodelan algoritma Pseudecode dalam melakukan pendekatan terhadap code.
Pseudecode
Pseudecode adalah pemodelan algoritma dengan menggunakan kode yang mirip dengan kode pemograman yang sebenarnya, seperti BASIC, PASCAL, C, dan lain-lain. Secara bahasa, Pseudecode berasal dari kata Pseudo yang artinya mirip atau imitasi atau menyerupai. Dan akar kata kedua yaitu Code yang berarti program.
Ada beberapa bagian algoritma di dalam Pseudecode, yaitu :
  1. Judul (Header)
  2. Deklarasi (Kamus)
  3. Deskripsi
Pada setiap bagian tersebut dapat kita berikan dokumentasi berupa komentar. Untuk memberikan komentar kita gunakan kurung kurawa contoh {komentar}. Notasi algoritmis yang ditulis didalam kurung kurawa {} maka tidak akan dieksekusi oleh compiler.
Judul (Header)
Judul merupakan bagian kepala yang berisi nama algoritma dan penjelasan spesifik mengenai algoritma tersebut seperti cara kerja, kondisi awal dan kondisi akhir.

Contoh:
Program Perkenalan; {Judul/Header Program}
{ mencetak String “Hallo, nama saya Pascal!”, “Boleh kita berkenalan, Siapa nama kamu?”, “Oh!, TheName. Selamat Belajar Algoritma dan Pemrograman Menggunakan Bahasa Pascal” ke piranti keluaran (monitor). Dan menerima inputan sebuah nama (TheName)dari user.}
Deklarasi (Kamus)
Bagian ini merupakan ruang untuk mendefinisikan beberapa komponen data (type data, konstanta), variabel, fungsi dan prosedure.
Contoh:
{Deklarasi/Kamus}
TheName:String; {variabel penampung inputan bertipe data String}
Deskripsi
Bagian yang berisi uraian langkah-langkah penyelesaian masalah.  Deskripsi merupakan bagian inti dari algoritma, biasa berisi intruksi-intruksi penyelesaian dan pemanggilan aksi tertentu yang sudah didefinisikan.
Contoh:
{Deskripsi}
Output(Hallo, nama saya Pascal!’);
Output(Boleh kita berkenalan, Siapa nama kamu?’);
Input(TheName);
Output(‘Oh! ’,TheName ,‘. Selamat Belajar Algoritma dan Pemrograman Menggunakan Bahasa Pascal’);
Dalam pembelajaran ini, notasi algoritma yang kita buat dengan model pseudecode akan kita konversikan ke dalam bahasa pemograman Pascal. Sebelum beranjak lebih jauh dan untuk mempermudah pelajaran selanjutnya, kita bahas dulu apa itu bahasa pemograman Pascal.
Bahasa pemograman Pascal, penamaan Pascal di ambil dari sebuah nama guru besar di Francis yaitu Blaise Pascal. Pascal termasuk ke dalam kategori bahasa pemograman prosedural yaitu suatu bahasa pemograman yang impelemtasinya berdasarkan kepada penyelesaian permasalahan yang mengandalkan langkah terurut dari beberapa fungsi dan prosedure program yang di definisikan. Kelemahan kategori ini akan terlalu banyak melibatkan coding dalam penggunaan fungsi dan prosedure dalam satu medan kerja untuk permasalahan yang kompleks dan sulit dalam pemeriksaan lebih lanjut terhadap pengembangan code-nya. Namun kemudahan bahasa pemograman ini jika dibandingkan dengan bahasa pemogaman non-prosedural lainnya ialah mudah untuk dipelajari, khususnya bagi para pemula dalam mempelejari dan mengenal apa itu bahasa pemograman.
Struktur Pascal terdiri dari beberapa bagian yang dimana tiap bagiannya sama dengan bagian-bagian yang dimiliki oleh Algoritma-Pseudecode. Adapun struktur Pascal yang dimaksud yaitu:
  1. Programe name dan Processor directive yang sama dengan judul program pada pseudecode, namun untuk processor directive adalah key word wajib yang mesti dipanggil paling awal pada saat program di buat dan dijalankan. Processor directive ini mengacu kepada library bawaan Pascal untuk melakukan standar baku pemograman, misal wincrt, crt, graphic dan lain-lain.
  2. Global variabel block merupakan kamus atau deklarasi dalam pseudecode.
  3. Main procedure dan Main procedure code merupakan deksripsi dalam pseudecode.
Jika secara sederhana template dari struktur pascal tampak sebagai berikut:
{ Program name }
PROGRAM my_program_1;
{ Preprocessor directives }
USES crt;
{ Global Variable Block }
VAR
Int_var : Integer;
String_var : String;
Any_var : Real;
{ Main Procedure }
BEGIN
{ Main procedure code }
END.

Contoh konversi pseudecode program perkenalan ke pascal
Pseudecode
Program Perkenalan; {Judul/Header Program}
{Deklarasi/Kamus}
TheName:String; {variabel penampung inputan bertipe data String}
{Deskripsi}
Output(Hallo, nama saya Pascal!’);
Output(Boleh kita berkenalan, Siapa nama kamu?’);
Input(TheName);
Output(‘Oh! ’,TheName ,‘. Selamat Belajar Algoritma dan Pemrograman Menggunakan Bahasa Pascal’);
Pascal
{judul program}
PROGRAM perkenalan;
USES crt;
{ Deklarasi }
VAR
TheName : String;
{ Deskripsi }
BEGIN
Writeln(‘          Program Perkenalan          ‘);
Writeln(‘======================================’);
Writeln;
write(Hallo, nama saya Pascal!’); {write: keyword keluaran}
writeln; {writeln: keyword keluaran dengan satu enter ke bawah}
writeln(Boleh kita berkenalan, Siapa nama kamu?’);
read(TheName); {read: keyword untuk masukan}
writeln(‘Oh! ’,TheName ,‘. Selamat Belajar Algoritma dan Pemrograman Menggunakan Bahasa Pascal’);
readln; {readln: keyword masukan dengan satu enter ke bawah}
END.


  • Program Konversi Waktu (Jam ke Detik)
Pseudecode
{nama program}
Program Konversi_Waktu;
{kamus}
j,m,d,h:integer;
{deskripsi}
Input(j); {jam}
Input(m); {menit}
Input(d); {detik}
h:=(j*3600)+(m*60)+d; {proses konversi}
Output(h); {detik akumulatif hasil konversi}

Pascal
Program Konversi_Waktu;
Uses Wincrt;
Var j,m,d,h:integer;
begin
Writeln(‘Program Konversi Waktu’);
Writeln(‘======================’);
Writeln;
Write(‘Masukkan Jumlah Jam : ‘);readln(j);
Write(‘Masukkan Jumlah Menit : ‘);readln(m);
Write(‘Masukkan Jumlah Detik : ‘);readln(d);
Writeln;
h:=(j*3600)+(m*60)+d;
Writeln(‘Jadi Hasil Konversi : ‘,h,’ Detik’);
readln;
end.

  • Program Menukar Nilai
Pseudecode
{nama program}
Program Menukar_Nilai;
{kamus}
var A,B,C:integer;
{deskripsi}
Input(A);
Input(B);
{proses tukar}
C:=A;
A:=B;
B:=C;
Output( A,B);

Pascal
Program Menukar_Nilai;
Uses WinCrt,WinDos;
var A,B,C:integer;
Begin
Clrscr; {keyword untuk membersihkan layar}
Writeln(‘Program Menukar Nilai A Menjadi B’);
Writeln(‘=================================’);
Writeln;
Write(‘Masukkan Nilai A: ‘);readln(A);
Write(‘Masukkan Nilai B: ‘);readln(B);
Writeln;
C:=A;
A:=B;
B:=C;
Writeln;
Writeln(‘Hasil A=’,A,’ B=’,B);
readln;
End.

  • Program Hitung Karakter (Nama)
Pseudecode
{nama program}
PROGRAM Hitung_Karakter;
{kamus}
nama    : string;
namalen : integer;
{deskripsi}
input (nama);
namalen := length(nama); {length: keyword untuk hitung karakter}
output (nama, namalen);

Pascal
PROGRAM Hitung_Karakter;
USES crt;
VAR
nama    : string;
namalen : integer;
BEGIN
clrscr;
Writeln(‘Program Hitung Karakter’);
Writeln(‘=================================’);
Writeln;
write (‘Masukan nama Anda? ‘);
readln (nama);
namalen := length(nama); {length: keyword untuk hitung karakter}
writeln (‘Nama ‘, nama,’ memiliki panjang karakter ‘, namalen);
readln;
END.

Agar suara tetap terjaga!!





Nah, bagi teman sekalian yang merasa khawatir suaranya khawatir hilang merdunyah ciye ciye,,, berikut ini beberapa tips nyah!!


1. Cukupi kebutuhan cairan

Minumlah cukup air putih setiap hari dan hindari minuman beralkohol dan kafein. Vokal suara kita bergetar sangat cepat, dan air akan menjaganya tetap berpelumas. Buah-buahan yang banyak mengandung air, seperti semangka, apel, pir, atau melon, juga sangat disarankan untuk dikonsumsi.

2. Istirahat bersuara
 Bagi seorang dosen, atau penyanyi, atau apalah yang pekerjaannya berkaitan dengan suara, disarankan untuk mengistirahatkan suaranya di antara periode-periode tertentu. Hal ini untuk mencegah timbulnya benjolan-benjolan(nodule namanya) di pita suara akibat pemakaian suara yang berlebihan, jika nodule terbentuk maka akan mempengaruhi kualitas suara teman sekalian, hadeehhhh

3. Hindari rokok
Bila teman sudah terlanjur merokok,  maka berhentilah!!  Merokok meningkatkan resiko kanker tenggorokan dan asap rokok, bahkan pada perokok pasif, bisa membuat pita suara iritasi.

4. Hindari pemakaian suara berlebihan
Hindari berteriak atau menjerit-jerit, serta hindari untuk bersuara dengan kencang di lingkungan bising. Bila tenggorokan mulai terasa kering atau suara mulai serak, kurangi penggunaan suara. Suara yang parau atau serak merupakan tanda pita suara teman mengalami iritasi.

5. Jagalah otot leher rileks
Jagalah agar tenggorokan dan otot leher selalu rileks, bahkan ketika teman menyanyikan nada tinggi atau nada rendah.Agar tenggorokan tidak terasa begitu lelah, biasanya Beberapa penyanyi memiringkan kepala mereka ketika menyanyikan nada tinggi dan menundukkan kepala ketika menyanyikan nada rendah, yang penting harus rileks, jangan tegang!!

6. Jangan terlalu sering membersihkan tenggorokan.
Hindari berdahak terlalu sering untuk membersihkan tenggorok karena bisa menyebabkan suara jadi parau. Minum cairan tanpa kafein hangat dapat membantu membasahi tenggorokan. Menghirup uap air panas juga dapat membantu.

7. Dengarkan tubuh berbicara
Jika teman sedang sakit flu dan suara mulai serak, gunakan suara seminimal mungkin, dan jangan maksa-maksa untuk bernyanyi, ga baik itu..

8. Gunakan alat bantu
Bila teman perlu berbicara di depan umum atau di luar ruangan dengan publik yang banyak, gunakan alat bantu pengeras suara sehingga teman tidak perlu berteriak, kaya toak gitu..

9. Lakukan latihan
Pita suara juga perlu dilatih agar tetap lentur. Teman bisa melakukannya dengan cara bersenandung kecil di pagi hari (bak burung yang sedang bersiul) sebagai "pemanasan" pita suara.

Selasa, 27 November 2012

Bridging




 Bridging pada Jaringan

LAN Bridge IBM
    Bridging adalah teknik forwarding (meneruskan kembali paket data) yang digunakan dalam bentuk packet-switched pada jaringan komputer. Tidak seperti routing, bridging tidak mengasumsikan tentang dimana alamat jaringan tertentu berada. Tetapi, bridging mengasumsikan berdasarkan pada aliran data dan memeriksa alamat sumber dalam paket data yang diterima untuk menemukan perangkat yang tidak dikenal.

Setelah perangkat ditemukan, lokasi dicatat dalam sebuah tabel dimana alamat MAC disimpan sehingga mencegah peyebaran kembali paket data. Teknik bridging sering digunakan dalam jaringan lokal (LAN) karena untuk membatasi banjirnya aliran paket data.
Bridge menghubungkan beberapa segmen jaringan pada datalink layer (layer 2) dari model OSI. Sebuah brigde sangat mirip dengan switch, switch merupakan bridge dengan banyak port. Switch dan bridge dapat saling digantikan, tergantung dari kebutuhan dan bentuk jaringan.
Bridge juga mirip dengan repeater atau hub, perangkat yang menghubungkan segmen jaringan di layer fisik (layer 1) dari model OSI. Namun, dengan menggunakan bridge, lalu lintas dari suatu jaringan bukan hanya disebarluaskan kembali ke segmen jaringan. Bridge lebih kompleks dari hub atau repeater, karena brigde dapat menganalisa paket data yang masuk untuk menentukan apakah paket data akan dikirim kembali ke segmen jaringan atau tidak.
Keuntungan    
·        Sederhana dan murah
·        Mengisolasi tabrakan paket data
·        Kontrol akses dan kemampuan mengatur jaringan
·        Mengurangi kepadatan lalu lintas data
·        Menhubungkan 2 segmen jaringan yang berbeda
Kekurangan
·        Tidak membatasi cakupan aliran data
·        Tidak untuk skala jaringan yang besar
·        Buffer dan pemrosesan data menyebabkan keterlambatan aliran data
·        Sulit diimplementasikan pada jaringan yang cukup kompleks


Bridging vs Routing
Bridging dan routing keduanya melakukan kontrol data, tetapi bekerja melalui metode yang berbeda. Bridging bekerja pada model OSI layer 2 (datalink) sedangkan routing bekerja pada model OSI layer 3 (networking). Perbedaan ini berarti bridge mengarahkan paket data sesuai dengan alamat fisik jaringan (MAC address), sedangkan router mengarahkan paket data dengan aturan yang dibuat sesuai dengan alamat IP. Sebagai hasilnya, bridge tidak peduli dan tidak mampu membedakan jaringan (antar bagian jaringan tertentu) sementara router bisa.
Ketika merancang jaringan, seseorang dapat memilih untuk membuat beberapa segmen jaringan menggunakan bridge atau router. Jika sebuah host secara fisik dipindahkan dari satu jaringan ke jaringan lain pada jaringan yang dipasang router, ia harus dikonfigurasi ulang untuk mendapatkan alamat IP yang baru, tetapi jika pemasangan jaringan menggunakan jaringan bridge, maka tidak dilakukan konfigurasi ulang.




Terdapat lima jenis bridge jaringan yang umum dijumpai:

 * Bridge Lokal: sebuah bridge yang dapat menghubungkan segmen-segmen jaringan lokal.
 * Bridge Remote: dapat digunakan untuk membuat sebuah sambungan (link) antara LAN     untuk membuat sebuah Wide Area Network.
 * Bridge Nirkabel: sebuah bridge yang dapat menggabungkan jaringan LAN berkabel dan jaringan LAN nirkabel.
* Transparent Bridge
Melakukan bridging antara 2 atau lebih segmen LAN. Jenis bridge ini juga dapat melakukan bridging pada jenis media physical layer yang berbeda (UTP, coax, fiber dll). Pengaturan bridge jenis ini dapat dilihat pada dokumen standar IEEE 802.1D.

* Translating Bridge
Adalah jenis bridge yang mampu untuk melakukan bridging antar protocol pada data link layer (contoh Ethernet dengan Token Ring). Dengan demikian terjadi proses konversi
jenis frame data dan transmission rate masing-masing protocol. Proses ini dilakukan pada preamble dan FCS (frame check sequence). Pada bagian lain kita akan membahas pula bagaimana menghitung performance network dalam hubungannya dengan penerapan kedua jenis bridge ini.