Bridging
pada Jaringan
LAN Bridge IBM
Bridging
adalah teknik forwarding (meneruskan kembali paket data) yang digunakan dalam
bentuk packet-switched pada jaringan komputer. Tidak seperti routing, bridging
tidak mengasumsikan tentang dimana alamat jaringan tertentu berada. Tetapi,
bridging mengasumsikan berdasarkan pada aliran data dan memeriksa alamat sumber
dalam paket data yang diterima untuk menemukan perangkat yang tidak dikenal.
Setelah
perangkat ditemukan, lokasi dicatat dalam sebuah tabel dimana alamat MAC
disimpan sehingga mencegah peyebaran kembali paket data. Teknik bridging sering
digunakan dalam jaringan lokal (LAN) karena untuk membatasi banjirnya aliran
paket data.
Bridge
menghubungkan beberapa segmen jaringan pada datalink layer (layer 2) dari model
OSI. Sebuah brigde sangat mirip dengan switch, switch merupakan bridge dengan
banyak port. Switch dan bridge dapat saling digantikan, tergantung dari
kebutuhan dan bentuk jaringan.
Bridge
juga mirip dengan repeater atau hub, perangkat yang menghubungkan segmen
jaringan di layer fisik (layer 1) dari model OSI. Namun, dengan menggunakan
bridge, lalu lintas dari suatu jaringan bukan hanya disebarluaskan kembali ke
segmen jaringan. Bridge lebih kompleks dari hub atau repeater, karena brigde
dapat menganalisa paket data yang masuk untuk menentukan apakah paket data akan
dikirim kembali ke segmen jaringan atau tidak.
Keuntungan
·
Sederhana dan murah
·
Mengisolasi tabrakan
paket data
·
Kontrol akses dan
kemampuan mengatur jaringan
·
Mengurangi kepadatan
lalu lintas data
·
Menhubungkan 2 segmen
jaringan yang berbeda
Kekurangan
·
Tidak membatasi cakupan
aliran data
·
Tidak untuk skala
jaringan yang besar
·
Buffer dan pemrosesan
data menyebabkan keterlambatan aliran data
·
Sulit diimplementasikan
pada jaringan yang cukup kompleks
Bridging
vs Routing
Bridging
dan routing keduanya melakukan kontrol data, tetapi bekerja melalui metode yang
berbeda. Bridging bekerja pada model OSI layer 2 (datalink) sedangkan routing
bekerja pada model OSI layer 3 (networking). Perbedaan ini berarti bridge
mengarahkan paket data sesuai dengan alamat fisik jaringan (MAC address),
sedangkan router mengarahkan paket data dengan aturan yang dibuat sesuai dengan
alamat IP. Sebagai hasilnya, bridge tidak peduli dan tidak mampu membedakan
jaringan (antar bagian jaringan tertentu) sementara router bisa.
Ketika
merancang jaringan, seseorang dapat memilih untuk membuat beberapa segmen
jaringan menggunakan bridge atau router. Jika sebuah host secara fisik
dipindahkan dari satu jaringan ke jaringan lain pada jaringan yang dipasang
router, ia harus dikonfigurasi ulang untuk mendapatkan alamat IP yang baru,
tetapi jika pemasangan jaringan menggunakan jaringan bridge, maka tidak
dilakukan konfigurasi ulang.
Terdapat lima
jenis bridge jaringan yang umum dijumpai:
* Bridge Lokal: sebuah bridge yang dapat
menghubungkan segmen-segmen jaringan lokal.
* Bridge Remote: dapat digunakan untuk membuat
sebuah sambungan (link) antara LAN
untuk membuat sebuah Wide Area Network.
* Bridge Nirkabel: sebuah bridge yang dapat
menggabungkan jaringan LAN berkabel dan jaringan LAN nirkabel.
* Transparent Bridge
Melakukan bridging
antara 2 atau lebih segmen LAN. Jenis bridge ini juga dapat melakukan bridging
pada jenis media physical layer yang berbeda (UTP, coax, fiber dll). Pengaturan
bridge jenis ini dapat dilihat pada dokumen standar IEEE 802.1D.
* Translating Bridge
Adalah jenis bridge
yang mampu untuk melakukan bridging antar protocol pada data link layer (contoh
Ethernet dengan Token Ring). Dengan demikian terjadi proses konversi
jenis frame data dan
transmission rate masing-masing protocol. Proses ini dilakukan pada preamble
dan FCS (frame check sequence). Pada bagian lain kita akan membahas pula
bagaimana menghitung performance network dalam hubungannya dengan penerapan
kedua jenis bridge ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar